Sabtu, 20 Oktober 2018

Foto-foto lawas Mesjid Jamek Tanjungpandan



Diatas adalah foto-foto Djadoel dari Mesjid Jamek Tanjongpandan, atau yang sekarang dinamakan Mesjid Agung Al-Mabrur.

Foto-foto diatas, sayangnya tidak jelas diambil tahun berapa, tapi untuk foto yang paling atas adalah diambil dari masa yang lebih terkemudian, sekitar tahun 1990an penulis masih ingat bentuk Mesjid Jamek kurang lebih masih sama seperti foto paling atas tersebut.

Didalam buku Gedenboek, disebutkan bahwa Mesjid Jamek didirikan tahun 1870. Didirikannya adalah pada era Pemerintahan Depati Kiagus Muhammad Saleh selaku Depati Belitung (Depati Cakradiningrat 9), beliau adalah Depati Belitung terakhir yang menjabat menggantikan mendiang Kakanda beliau yaitu Depati Rahad, yaitu sejak tahun 1854 sampai dengan tahun 1873, tahun 1873 dikarenakan sudah merasa uzur usianya, Depati Muhammad Saleh mengundurkan diri dari Jabatan Depati, pengunduran diri beliau ini menandai berakhirnya Pemerintahan Kedepatian Belitong, yang sudah bertahan lebih kurang dua setengah abad di Pulau Belitung, yaitu sejak Medio abad 17 di Balok.

Depati Kiagus Muhammad Saleh meninggal di Tanjungpandan pada tahun 1876, dimakamkan cukup jauh dari Tanjungpandan, yaitu di Desa Cerucuk, yaitu di Komplek Pemakaman Situs "kota" Tanah, persis di tepian sungai Cerucuk dekat LAPAS Tanjungpandan saat ini, beliau dimakamkan didekat makam ayah beliau yaitu Kiagus Hatam (Depati Cakradiningrat ke 7, meninggal tahun 1815), Pada tanggal 15 Januari 1876, dalam keadaan sakit keras menjelang wafatnya, Depati Kiagus Muhammad Saleh masih sempat membuat Surat Wasiat atau Testament dihadapan Pejabat Notaris di Tanjungpandan kala itu yaitu Mr. Willem Verderk Karrel, salinan dokumen alhamdulillah masih terpelihara sampai kini, demikian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar