Sabtu, 04 November 2017

Koleksi Keris Penyalang di Museum Tanjungpandan

Foto dari Kiri-kanan (yang dibaringkan) ; nomor 1 dan 2 adalah jenis keris Penyalang (foto by Yanto)

Keris Penyalang adalah keris yang bilahnya berbentuk lebih ramping dan lebih panjang dari keris pada umumnya, jika keris "standard" bilahnya berukuran panjang antara 30-40cm, maka keris penyalang bilahnya berkisar lebih kurang 50cm, bahkan ada yang sampai 60cm, bilah keris penyalang pada umumnya adalah bilah dhapur keris lurus ("tanpa luk"/luk satu), sebagian penggemar keris menyebut keris penyalang ini dengan sebutan keris Bangkinang, karena pada zaman dulu keris penyalang ini banyak dibuat di daerah Bangkinang, Riau (60 Km dari Pekanbaru);

Didalam Ensiklopedia Keris yang ditulis Bambang Harsrinuksmo, pada halaman 88, disebutkan bahwa Keris Bangkinang/Penyalang populer di era pertengahan abad 16 sampai akhir abad 19, karena kepopulerannya lalu keris ini ditiru oleh para pembuat keris di Bangka, Belitung dan Kampar, namun bentuknya sedikit lebih pendek dari yang buatan Bangkinang asli, yaitu bilahnya berkisar 42-45 cm (dari paragraf di Ensiklopedi keris ini, setidaknya menunjukkan indikasi bahwa pada masa silam terdapat pande keris di Bangka Belitung, sesuatu yang mengejutkan karena saat ini boleh dikatakan hampir tidak ada lagi jejak pande atau pun empu keris di Bangka Belitung, hal ini menarik untuk diteliti lebih lanjut)

Keris Penyalang adalah keris eksekusi (executioners kris), karena pada zaman dahulu keris penyalang digunakan sebagai alat eksekusi hukuman mati bagi kaum "aristokrat" yang bersalah dan dijatuhi hukuman mati, cara pengeksekusiannya adalah dengan menikamkan keris penyalang ini secara vertikal (kebawah) melalui celah tulang selangka (collar bone) sampai mengenai jantung dan perut;
(Foto diambil dari internet)

Kembali kepada Keris Penyalang Koleksi Museum Tanjungpandan, sayang sekali saya belum mendapat kesempatan untuk melihat bagaimana rupa bilahnya, untuk mencari tahu tipe dhapur apa dan jenis pamor apa keris penyalang tersebut, timbul pula pertanyaan darimanakah asal muasal keris Penyalang di Museum Tanjungpandan ini, bagaimanakah riwayatnya?, apakah keberadaannya di Belitung dengan status didatangkan dari Bangkinang atau buatan lokal (sebagaimana yang disinyalir dalam ensiklopedi keris diatas?), pertanyaan selanjutnya apakah keris penyalang yang ada di museum tersebut awalnya dahulu milik orang pribadi, atau milik seseorang yang karena jabatannya dalam suatu kekuasaan/kerajaan di Belitung, memiliki wewenang untuk menerapkan hukum yang berlaku kala itu, mengingat keris Penyalang ini adalah keris eksekusi, pertanyaan selanjutnya kalau betul keris penyalang ini dahulunya sebagai alat eksekusi atau dengan kata lain merupakan properti dari subjek atau lembaga kekuasaan kala itu di Belitung, lantas milik kerajaan mana keris Penyalang ini? Pernahkah ada catatan sejarahnya di Belitung pelaksanaan eksekusi seperti ini (mengingat kerisnya ada), entahlah.. dari soal keris ini saja menimbulkan banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang masih sulit dicari jawabannya dan entah sampai kapan baru dapat terungkap. Tetap semangat! Salam Budaya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar