Jumat, 03 November 2017

Koleksi Pisopodang di Museum Tanjungpandan


foto by Yanto.

Salah satu koleksi pedang yang cukup banyak di Museum Tanjungpandan adalah pedang "pisopodang" atau kadang disebut "podang" saja, mengenai asal muasal pedang jenis ini nampaknya masih banyak simpang siur pendapat, ada pendapat yang mengatakan pedang jenis ini berasal dari Sumatera, khususnya di Sumatera bagian utara, yaitu dikenal sebagai pedangnya suku Batak (dikalangan orang Batak disebut Pisopodang), akan tetapi ada sebagian lagi pendapat yang mengatakan bahwa pedang jenis ini adalah berasal dari Kalimantan, yaitu yang banyak digunakan oleh Suku Dayak Iban (di Kalimantan, Suku Dayak Iban menyebut pedang ini dengan sebutan Podang). mengenai perbedaan pendapat ini saya dalam posisi tidak memihak salah satu pendapat, karena menurut saya kedua-dua pendapat tersebut ada benarnya, pedang jenis ini didalam sejarah, khususnya pada era abad ke 19, hampir merata digunakan berbagai suku dan kerajaan di Nusantara, terutama di Sumatera dan Kalimantan, di Sumatera sendiri pedang jenis ini tidak melulu digunakan oleh suku Batak, akan tetapi Kesultanan Melayu di Sumatera, pada masa lalu juga banyak menggunakan pedang jenis ini;

Sepanjang pengamatan saya terhadap pedang ini, maka menurut pendapat saya pribadi pedang ini adalah merupakan pedang hasil akulturasi budaya, bilahnya identik dengan bilah pedang-pedang eropa (pedang kompeni), ada yang berbentuk melengkung, ada yang lurus, sedangkan gagangnya sangat identik dipengaruhi oleh pedang Tulwar dari India, mungkin saja pada masa lalu pedang jenis ini adalah pedang yang paling massal diperdagangkan oleh orang-orang Eropa dibanyak wilayah di Nusantara.

Tulwar Sword (foto dari internet)


Saya pribadi pernah menemukan pedang ini dari seorang penduduk di Tanjungpandan yang mengaku pedang tersebut adalah peninggalan warisan keluarganya, bilahnya ramping, lurus, lentur dan ringan, serta ada sisi cekung pada badan bilahnya (untuk mengurangi bobot pedang), persis seperti pedang eropa lawas koleksi saya, pada pangkal bilah "podang" yang saya temukan tersebut tertulis merk "warmweca", sebuah nama yang terdengar sangat eropa, berikut foto-fotonya




Bukti lain yang mendukung asumsi saya diatas adalah bahwa bilah-bilah pedang "pisopodang" ini sebagian malah ada yang diproduksi di eropa langsung (jadi dengan status "import" di Hindia Belanda kala itu), yaitu diproduksi di daerah Solingen, Jerman. hal yang tidak mengherankan dikarenakan Solingen, Jerman dari dulu sampai sekarang merupakan wilayah industri yang terkenal memproduksi alat-alat atau pekakas benda tajam yang berkualitas tinggi, contoh produk terkenal dari Solingen yang melegenda sampai sekarang adalah pisau merk Carl Schlieper atau eye Brand, di Indonesia dikenal dengan "cap mata", selain itu ada merk "herder" yang di negeri kita dikenal dengan "cap garpu";

Berikut sumber informasi mengenai bilah pisau podang produksi Solingen Germany
http://www.pisopodang.com/update1607

Demikian sekilas ulasan mengenai "podang" atau "pisopodang"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar