Jumat, 03 November 2017

Koleksi Pedang Palembang di Museum Tanjungpandan

jejeran pedang sabet Palembang, dengan hulu gagang berupa ukiran yang khas, ada sebagian pendapat yang mengatakan ukiran tersebut adalah ukiran dari kepala monster laut yang disebut MAKARA, mahluk mitologi yang dipercayai oleh masyarakat Palembang pada zaman dahulu;


jejeran pedang sabet Palembang (kecuali kedua dari bawah, yaitu merupakan Kampilan Bolo)
Pedang-pedang Palembang diatas, diperkirakan berasal dari abad 18 dan 19 Masehi;

Boleh dikatakan koleksi pedang yang paling banyak di Museum Tanjungpandan adalah Pedang sabet Palembang, hal yang tidak mengherankan dikarenakan pada masa lalu ada hubungan politik yang erat antara kesultanan Palembang Darussalam dengan Pulau Belitung, yaitu Pulau Belitung termasuk wilayah taklukan dari Kesultanan Palembang Darussalam, Pemerintahan Depati Cakradiningrat di Belitung bisa dikatakan adalah kekuasaan bawahan/tundukan dari Kesultanan Palembang Darussalam, gelar keluarga Dinasti Depati Cakradiningrat Belitung menggunakan gelar Kiagus untuk laki-laki dan Nyiayu untuk perempuan, gelar yang sama juga terdapat dikalangan bangsawan Kesultanan Palembang Darussalam.

Mengenai sejauh mana dan bagaimana pola hubungan antara Belitung dan Palembang pada masa itu, belum banyak diungkap dengan penelitian yang bersifat ilmiah, sumber-sumber informasi yang digunakan sebagian besar adalah sumber internal catatan keluarga trah Depati Cakradiningrat Belitung, sedangkan sumber-sumber sejarah dari catatan Belanda, lebih banyak mengungkap perihal sejarah awal eksplorasi maupun ekspolitasi Timah di Pulau Belitung, terutama pada medio abad ke 19, alangkah baiknya jika kedepannya pengungkapan sejarah Depati Cakradiningrat Belitung ini dapat dikonfirmasikan dengan sumber-sumber catatan "eksternal" dari sejarah Kesultanan Palembang Darussalam, maupun dari sumber-sumber lain semisal catatan sejarah di Jawa, khususnya Sejarah Kesultanan Mataram maupun Demak, dikarenakan Kesultanan Palembang Darussalam awalnya terkait erat dengan Kesultanan Mataram dan Demak. Sehingga jika dilakukan penelitian yang demikian diharapkan sejarah Belitung pada masa lalu, khususnya sejarah Dinasti Depati Cakradiningrat Belitung dapat  menjadi lebih terang dan lebih bermuatan Ilmiah dari sudut Ilmu Kesejarahan.

foto-foto by Yanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar