Jumat, 03 November 2017

Koleksi Pedang Kampilan di Museum Tanjungpandan

Koleksi Kampilan di Museum Tanjungpandan (Bilah paling atas)

Sebagaimana tulisan saya sebelumnya mengenai Koleksi Sundang di Musium Tanjungpandan, https://belitongdjadoel.blogspot.co.id/2017/11/koleksi-sundang-di-museum-tanjungpandan.html , Kampilan adalah juga merupakan salah satu senjata bilah panjang khas suku bangsa Moro di Filipina Selatan berikut sub sukunya (Maguindanao, maranao, Illanun/Iranun, Tausug (sulu) dll).



Bilah kampilan berbentuk ramping dan panjang, dengan bilah tajam pada salah satu sisi bilah, bentuk ujung bilah yang agak membesar, berguna untuk menambah momentum tebasan sehingga tebasan menjadi lebih efektif/bertenaga saat digunakan dalam pertempuran, gagang kampilan terbuat dari kayu keras yang dililit tali rotan, memiliki handguard yang disebut sampok, dan ujung gagang yang umumnya berbentuk ukiran seperti mulut buaya yang sedang menganga, akan tetapi ada pula yg berbentuk ukiran lain, seperti koleksi Museum Tanjungpandan

 foto bagian gagang Kampilan koleksi Museum Tanjungpandan (bilah paling atas) foto by Yanto
varian model Kampilan, foto dari internet

Kampilan memiliki berbagai varian, namun secara umum bentuk Kampilan adalah khas pada bilahnya yang ramping dan panjang (kurang lebih 1 meter) dan biasanya dibagian ujung ada sedikit "cuil" walaupun ada juga yang tidak, pada umumnya Kampilan memiliki handguard "sampok", akan tetapi ada jenis Kampilan yang tidak memiliki Sampok, yaitu bagian gagangnya cukup berbeda dengan kampilan pada umumnya, yang ini disebut varian Kampilan Bolo, museum Tanjungpandan juga memiliki koleksi Kampilan Bolo tersebut

Koleksi Kampilan Bolo di Museum Tanjungpandan (foto kedua dari atas), bilah-bilah Kampilan di Museum Tanjungpandan sudah tidak memiliki sarung. (foto by Yanto)


Sama seperti pertanyaan yang timbul ketika membahas mengenai Sundang, mengingat senjata kampilan juga merupakan senjata khas Suku Bangsa di Filipina Selatan, khususnya Suku Iranun/Illanun/Lanun, bahkan kampilan dianggap merupakan senjata utama orang Iranun didalam pertempuran, maka perlu untuk ditelusuri dengan lebih mendalam, bagaimana riwayat Kampilan yang ada di Museum Tanjungpandan tersebut? siapa dahulu yang menyerahkan kalau seumpamanya itu diserahkan/dihibahkan oleh seseorang? Bagaimana riwayat sejarah Suku Iranun di Pulau Belitung? dari pembahasan mengenai bilah-bilah senjata ini, semoga menjadi trigger atau pemicu untuk dilakukannya penelitian sejarah yang lebih mendalam mengenai sejarah bangsa Iranun di Nusantara, terkhusus lagi di Belitung, semoga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar